Waktu pelaporan kinerja publikasi ilmiah Periode 2021 Genap telah dibuka s.d 31 Agustus 2022

Suasana Ruang Rapat Rektorat Universitas Ibrahimy ramai dipenuhi pengelola Jurnal Ilmiah di Lingkungan Universitas Ibrahimy, Ahad (17/11/2019). Mereka sebagai pengelola jurnal, berkumpul menjadi satu dalam Diskusi Pengelolaan Jurnal di Lingkungan Universitas Ibrahimy. Diskusi itu terlihat lebih santai namun tetap terlontar berbagai pertanyaan yang sifatnya teknis ataupun tidak.

Dalam diskusi ini ditekankan dalam mengelola jurnal harus dilakukan secara sabar, konsisten, dan kembali ke awal yaitu harus segera dilakukan. Tidak boleh menunda-nunda.

Artinya ketika jurnal itu belum terakreditasi maka banyak permasalahan di dalamnya seperti kekurangan naskah, penarikan naskah oleh calon penulis, hingga terbit tanpa melalui proses edit yang membutuhkan banyak waktu. Kebetulan saat ini, para peneliti di Indonesia khususnya dosen, wajib masuk jurnal minimal yang terindek di Sinta sebagai salah satu unjuk kepakarannya.

Universitas Ibrahimy memiliki sembilan jurnal yaitu Lisan al-Hal, Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, Istidlal : Jurnal Ekonomi dan hukum Islam, Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan, Oksitosin, Jurnal Ilmiah Informatika, Edupedia, Maddah, dan As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Dari sembilan Jurnal tersebut baru terdapat dua jurnal yang sudah terindeks di Sinta, yaitu Jurnal Pendidikan Islam dan Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan. Dua jurnal sedang dalam masa pengajuan akreditasi ke Arjuna, sementara untuk yang lain masih persiapan untuk menyusul.

Dalam diskusi juga disampaikan, dalam mengelola jurnal saat ini harus mudah ditelusuri secara daring. Jurnal versi cetak tetap dibutuhkan sebagai dokumentasi fakultas.

Muncul juga pertanyaan ketika naskah yang dikirimkan dari rekan kerja yang telah memiliki jam terbang tinggi, apakah wajib mengikuti alur penerbitan via open journal system? Forum menjawab secara tegas yaitu wajib dan harus profesional karena kalau pengelola jurnal meloloskan tanpa alur maka berimbas terhadap jurnal yang sudah terakreditasi.

Salah satu peserta menyampaikan pemikirannya tentang jurnal yang harus dilakukan sitasi oleh mahasiswa, dengan maksud tujuan untuk meningkatkan jumlah sitasi dari artikel di jurnal. Sehingga nampak hasil penelitian dapat disebarluaskan sehingga membawa perubahan dalam masyarakat.

Keberadaan sebuah jurnal saat ini lebih spesifik seperti daftar pustaka yang diutamakan dari jurnal-jurnal penelitian bereputasi atau akreditasi kemudian apakah naskah-naskah itu membawa kebaruan atau tidak hingga hal apa yang sebetulnya ditulis.

Sebagai penutup diskusi Warek II menyampaikan, proses administrasi dalam menerbitkan naskah harus diperhatikan dalam mengajukan akreditasi. Untuk fokus pengelolaan jurnal juga akan ditinjau ulang apakah berada di bawah fakultas atau di LP2M Universitas Ibrahimy yang saat ini telah memiliki Kabag. Jurnal dan Publikasi.

Related Post