Waktu pelaporan kinerja publikasi ilmiah Periode 2021 Genap telah dibuka s.d 31 Agustus 2022

Kamis (31/03)  Mahasiswa KKN Unversitas Ibrahimy Posko 29 bersilaturrahmi dengan salah satu senior takmir di Gunung Malang Desa Campoan Mlandingan Kabupaten Situbondo,  yang  sudah sangat sepuh beliau dipanggil dengan Bapak Hadipa, beliau lahir sebelum indonesia merdeka pada tahun 1933, saat ini beliau sudah berumur 89 tahun, kurang satu tahun lagi akan mencapai umur yang sudah jarang kita temui, usia yang cukup panjang sebagai sebuah anugerah terindah dalam hidupnya mengabdikan diri sebagai takmir masjid di desa setempat.

52 tahun bukan waktu yang sebentar, sejak 1970 Pak Hadipa mengabdikan hidup beliau menjadi seorang takmir masjid di desa campoan dusun gunung malang hingga sekarang.  Sebagaimana kalangan pada umumnya penduduk di desa, dengan keseharian sebagai buruh tani, Beliau merupakan warga Indonesia yang tidak serba berkecukupan, namun semangat beliau dalam pengabdiannya sungguh luar biasa tanpa ada pamrih sedikitpun.

Disisi lain pak Hadipa memiliki masalah pada pendengarannya (tuli), namun kekurangan itu beliau tidak menjadikan penghalang semangat dalam pengabdiannya, justru bliau dapat memandang hal ini sebagai sisi positif untuk tidak mendegarkan hinaan orang lain, tutur kata yang tidak baik dari lingkungan sekitar, menjadikan pak hadipa kian semangat menjaga dan merawat masjid.

Hikmah dibalik perjuangan pengabdiannya Allah memberikan sebuah hadiah yang sangat di rindukan oleh seluruh ummat islam yang beriman, berupa Ziarah ke Mekkah melaksanakan Umroh dan berziaroh ke makam Baginda Nabi Muhammad perantara seorang tokoh Kecamatan sekitar `KH. Abdul Basid` Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mubtadiin, Secara Gratis beliau di ajak KH. Abdul Basid, dan sampai saat ini belum terbuka rahasia mengapa Pak Hadipa di ajak KH. Abdul Basid untuk ke mekah bersama. Wa Allahu ‘alam.

Begitu mengharukan dalam Penuturan Pak Hadipa `engkok rea ntar ka mekkah tak ndik pesse 10.000  kana, cuma keng la panggilan deri gusti Allah engkok brangkat, Alhamdulillah brangkat bungkol mule bungkol` (Saya mau ke Makkah tidak punya uang 10.000 pun saat itu, akan tetapi karna sudah saya di panggil oleh Allah ya saya brangkat, alhamdulillah brangkat sehat pulang sehat) jika sudah tuhan memberikan takdir kepada hambanya pasti akan terlaksana melalui perantara KH. Abdud Basit, semoga beliau di berikan umur yang barakah, Aamiin.

Dalam kesempatan silaturrahim saat ini, Ada sebuah cita-cita yang Pak. Hadipa yang sangat di inginkan dan belum tercapai sampai sekarang yaitu ingin bertemu langsung dengan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy. Karena jarak tempuh dari dusun Gunung Malang Desa Campoan Kecamatan Mlandingan menuju Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo cukup jauh dan kondisi fisik yang sudah tak muda lagi, karena keterbatasan inilah dan tanpa mengurangi rasa ta’dim beliau kepada K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy, Pak Hadipa meminta kami untuk mengambil gambar dan menyampaikan; `Marah engkok a fotoah, pataoh pas ka Kyai Azaim`  (Ayo saya di foto, Haturkan ke Kyai Azaim) dengan penuh harapan dan kekagumannya terhadap tokoh idolanya, Pak. Hadipa ingin sekali bertemu dengan K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy.

Semoga dalam catatan sekilas tentang kisah ini, dapat menghantarkan Pak. Hadipa untuk bertemu tokoh idolanya. Alfakir. Wildan (Posko 29)

Related Post