Waktu pelaporan kinerja publikasi ilmiah Periode 2021 Genap telah dibuka s.d 31 Agustus 2022

LP2M – Peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik Berbasis Pesantren tahun 2021-2022 di posko Ma’had Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain kemarin (11/02/2022) telah resmi dinyatakan lulus. Mereka semua melaporkan semua agenda kegiatan baik berupa kegiatan pengajian, pengabdian dan kegiatan pendukung kepada pengasuh pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H.I.).

Peserta KKN yang berjumlah sebelas orang itu, memang sebelum berangkan melaksanakan kegiatan salah satu dari tridharma perguruan tinggi berupa KKN di Ma’had yang terletak di desa Ngroto kecamatan Pujon kabupaten Malang, mereka memang diminta oleh Kyai Azaim sapaan akrabnya, untuk meresum semua aktivitas yang mereka kerjakan di sana. Selain resum dari kyai, mereka juga memiliki tanggungan untuk membuat laporan KKN sebagaimana peserta KKN regular yang berada di lingkungan Universitas Ibrahimy.

Dengan diawali pembukaan oleh Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Bapak Dr. Hariyanto, M.Pd.I., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan ketua posko terhadap pengasuh pesantren. Menurut penuturannya, “Selama kami melaksanakan KKN di Ma’had Nurul Haromain Pujon Malang, kami melaksanakan semua agenda kegiatan bukan atas dasar inisiatif kami pribadi, melainkan kami mengikuti semua kegiatan yang telah berjalan secara istiqomah di sana. Karena kita telah ketahui bersama, Ma’had Nurul Haromain bukan seperti kebanyakan pondok pesantren yang ada pada umumnya, pondok ini memiliki kekhususan tersendiri dari segi kegiatan ibadah dan mengamalkan sunnah yang bersambung kepada Rosulullah yang sudah istiqomah sejak beberapa puluh tahun silam”, paparnya.

“Di ma’had ini pula, kami sudah sangat memiliki pengalaman yang tidak biasa dimiliki oleh kebanyakan peserta KKN regular, karena system yang telah dibangun oleh Abina KH. M. Ihya’ Ulumiddin  selaku pengasuh ma’had sudah sangat tertata rapi. Baik dari segi pengembangan karakter, pendidikan serta sosial kemasyarakatan sudah tidak perlu diragukan lagi”, imbuhnya.

Setelah pemaparan singkat dari ketua posko KKN, kemudian pengasuh pesantren memberikan cerita dan tanggapan terhadap santri mahasiswa yang baru datang dari pondok yang pernah menjadi tempat menyantri beliau sebelum berangkat ke Makkah Rusaifah kala itu. “Mendengar dari apa yang telah kalian sampaikan tadi, mengingatkan saya tentang pengalaman menjadi santri beberapa tahun ketika mondok di sana. Memang kegiatan mengaji dan mengabdi yang telah kalian laporkan tadi, tidak jauh berbeda dengan apa yang saya jalani semasa di sana. Baik pengajian hadist bersama Abina (KH. M. Ihya’ Ulumiddin) yang pada setiap hari Senin hingga Kamis kami selaku santri beliau mengaji dan pada hari Jum’at hingga Minggu beliau melaksanakan tugas dari Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki untuk ke Surabaya. Sedangkan kami pada tiga hari itu berada di masyarakat untuk melakukan kegiatan dakwah”, Dawuh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy.

Setelah menyimak dawuh pengasuh pesantren, para peserta KKN kemudian bermusofaha (mencium tangan) kepada pengasuh serta mereka menyampaikan salam ta’dim dari orang yang mereka kenal dan orang yang mereka kenal juga mengenal terhadap KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy ketika beliau masih menjadi santri di sana. Setelah mushofaha kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan beliau (Kyai Azaim)

Related Post