Waktu pelaporan kinerja publikasi ilmiah Periode 2021 Genap telah dibuka s.d 31 Agustus 2022

LP2M_ Sejak beberapa bulan yang lalu, dua mahasiswa UNIB (M. Fawaied Aqiel Fahmy dan Bachir Pamungkas, red) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional, di Pondok Pesantren Abul Hasan Al-Asy’ari Bangkalan Madura. Dari bulan September yang lalu, banyak program yang telah dilaksanakan untuk menunjang efektifitas pembelajaran di pondok pesantren tersebut. Salah satunya adalah program kebahasaan yang telah di canangkan sejak bulan pertama kedua mahasiswa tersebut mengabdikan diri di tempat tugas.

Program kebahasaan terdiri dari dua kategori yaitu program Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Untuk implementasinya, program tersebut dilaksanakan setiap selesai melaksanakan sholat Duha, dengan masing-masing pembelajaran memiliki waktu selama tiga hari dalam satu minggu. Untuk program Bahasa Inggris dimulai dari hari Sabtu sampai hari Senin, sedangkan untuk program Bahasa Arab dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis. Untuk kegiatan tersebut para santri diajari tentang materi-materi dasar di masing-masing bahasa, selama lima belas menit sampai dua puluh menit.

Untuk mengefisiensi waktu, setelah selesai sholat Duha para santri, baik putra atau putri tidak diperkenankan untuk pulang ke asrama masing-masing. Program kebahasaan langsung dilaksanakan di Mushalla ABHA. Di dalam program Bahasa Inggris, banyak materi yang diajarkan, mulai dari vocabularies, pronunciation, expression, speaking dan grammar basic. Sedangkan untuk program Bahasa Arab para santri diajarkan tentang mufrodat, af’al, asma’, tatbiq dan al-kitabah, salah satu santri putra atas nama Samsul Arifin yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengatakan “Saya sangat senang dengan pelajaran ini, karena nanti bisa bicara dengan orang luar negri” ungkapnya.

Setelah dilakukan beberapa evaluasi, program tersebut dilakukan beberapa pengembangan. Seluruh santri yang awalnya di kumpulkan dalam satu tempat serta mendapat dua materi sekaligus. Sekarang telah dibagi menjadi dua bagian di masing-masing program kebahasaan. Seluruh santri diberi pilihan untuk memilih di salah satu bahasa saja. Sehingga diharapkan santri akan lebih fokus untuk mendalami kedua bahasa tersebut.

Dalam percakapan sehari-hari santri yang telah memilih salah satu program, terpatau lebih aktif dalam dalam mempraktekkan materi yang telah disampaikan oleh tutornya. Joko Syamsuddin mengatakan “Kalau dipisah seperti ini lebih bagus, soalnya kami jadi lebih fokus” paparnya. Sementara itu, ibu pengasuh menyampaikan “Dengan program baru ini, saya rasa akan lebih ekfektif” ungkapnya. Untuk pembaharuan sistem yang sedang berlangsung, kami memberi waktu tambahan di hari Minggu dari jam 09.00 sampai 10.00 wib. Sehingga para santri lebih banyak mendapat tambahan pelajaran, terutama pada pembelajaran grammar.

Related Post