Waktu pelaporan kinerja publikasi ilmiah Periode 2021 Genap telah dibuka s.d 31 Agustus 2022

LP2M – Mahasiswa semester 7 Universitas Ibrahimy (UNIB) yang telah lolos dari seleksi untuk menjadi peserta Kuliah Kerja Nyata 2021-2022 (KKN’21-22) tematik berbasis pesantren di Pondok Pesantren Nurul Haromain desa Ngroto kecamatan Pujon kota Malang, pada pukul 00.02 wib (18/11/21) mereka diberangkatkan langung oleh Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat) saudara Bapak Hariyanto, M.Pd.I., dalam kesempatan tersebut, beliau meyampaikan kepada 11 mahasiswa yang terpilih tersebut agar bisa menjaga nama baik UNIB pada umumnya serta bisa menjaga nama baik Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo khususnya.

            Dalam kutipan sambutannya “Saya berharap pada kalian semua, agar bisa menjaga dan memperhatikan betul tentang aturan yang berada di pondok pesantren ini dan pondok pesantren tempat kalian akan melaksanakan KKN di sana. Sebab apa, saya sering kali mewanti-wanti biar kalian selalu ingat. Dan kalian sendiri juga sudah menyaksikan sendiri dawuhnya pengasuh ketika pembekalan dan baiat kemaren, kata beliau kalian adalah Wajahnya pengasuh (KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, S.Sy., M.H.I.) dihadap guru beliau, yaitu KH. M. Ihya’ Ulumuddin. Jadi saya minta tolong betul, bagaimana KKN kali ini lebih baik dari KKN tahun lalu. Maka, seandainya kalian hanya berpikiran ingin rekreasi di sana, hal itu harus segera dihilang. Sebab, jika kalian tidak bisa mematuhi dua aturan pondok ini, pasti akan saya jemput dan kalian akan di-delete sebagai peserta KKN tahun ini”, Tegas Beliau.

            Setelah menyimak pemaparan dari ketua LP2M, 11 mahasiswa itu disuruh untuk memasuki mobil dan agar segera berangkat untuk melaksanakan kewajibannya yaitu Tridarma Perguruan Tinggi berupa pengabdian pada mayarakat. Setelah memakan waktu kurang lebih 9 jam, mereka sampai di tujuan yaitu Pondok Pengembangan dan Dakwah atau sebut saja Ponpes Nurul Haromain. Sesampainya di sana, mereka disambut baik oleh astidz dan pengasuhnya, buktinya ketika mereka datang langsung ada ustad yang menunggu guna menyambut dan langsung mempersilahkan untuk sowan atau musofaha kepada Abi Ihya’ (sapaan akrabnya).

            Selepas ramah tamah dengan pengasuh Ponpes Haromain, peserta KKN yang didampingi oleh sebagian anggota LP2M langsung dihaturkan kepada Ustad M. Mursyidi selaku DPL (Dewan Pendamping Lapangan) dan berbagai asatidz lainnya agar membimbing mereka selama KKN dan PPL di sana selama dua bulan. Selanjutnya, peserta KKN Pujon angkatan kedua juga diberikan arahan ulang oleh salah satu asatidz (ustad) terkait kesiapan untuk menjadi santri sekaligus melaksanakan KKN dan PPL selama 2 bulan. “Kalau kalian tidak siap untuk berada di sini, mumpung para pengatar dan mobilnya kalian belum pulang, lebih baik kalian ikut pulang saja. Karena, pondok ini bagi kalian mungkin agak berat untuk dijalani, di satu sisi terkait dengan kegiatannya dan sedangkan yang kedua terkait dengan suhu atau cuacu yang tidak sama dengan di daerah itubondo”, ungkapnya.

            Kemudian para peserta KKN sekaligus PPL dipersilahkan untuk meminda barang bawaannya dari mobil ke kamar yang telah dipersiapkan oleh pengurus pesantren Nurul Haromain.

Related Post