Waktu pelaporan kinerja publikasi ilmiah Periode 2021 Genap telah dibuka s.d 31 Agustus 2022

(Sabtu, 4/7/2020) LP2M Universitas Ibrahimy kembali bersinergi untuk membahas lebih lanjut program yang telah lama kurang teralisir, khususnya dibagian pengabdian kepada masyarakat semenjak dikeluarkannya peraturan pemerintah terkait pembatasan ruang gerak masyarakat, organisasi, lembaga, dan instansi lainnya dengan istilah Lockdown karena gesitnya penyebaran Virus Corona 2019. Namun tidak demikian dengan yang penelitiandosen (research) karena berbasis Online dan masih bisa diakses secara mandiri dirumah masing-masing. Sistem Pemberdayaan Lingkungan Pesantren adalah menjadi program selanjutnya untuk menyambut era normal baru (New Normal).

Program yang diharapkan kali ini adalah berbasis pengabdian (Khidmah) kepada masyarakat melalui internal pesantren dan masyarakat sekitar pesantren. Artinya, bagaimana para santri dan masyarakat sekitar sama-sama menjaga pola hidup sehatnya sebagaimana protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh bidang kesehatan daerah.

Tiga asas penting dalam pembahasan serius LP2M Universitas Ibrahimy terkait pengabdian kepada masyarakat ini yakni bagaimana penyelesaian Asas permasalahan, Asas Khidmah, dan Asas manfaat. Yang kemudian bisa dirasakan oleh seluruh elemen yang bertempat tinggal di pesantren dan warga sekitar.

Asas penyelesaian masalahnya adalah dengan memperhatikan hubungan baik antara pesantren dan tetangga agar tetap terjalin dengan baik. Artinya tetap saling memberikan manfaat meskipun untuk sementara santri dilarang berinteraksi dengan orang luar.

Asas khidmah yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan pesantren dari sampah dan limbah. Agar limbah yang mengalir ke ladang masyarakat tidak menimbulakan kerusakan lahan. Khidmah yang dimaksud semisal memilah sampah yang bisa di dawur ulang dan bisa diambil manfaatnya oleh masyarakat, dan membakar sampah yang sudah tidak bermanfaat ditempat pembakaran sampah.

Asas manfaat yang bisa dirasakan adalah santri dan masyarakat bisa hidup sehat. Tanpa terusik dengan sampah yang tidak sehat. Karena hal demikian dapat memutus mata rantai pertumbuhan sampah di pesantren dan desa secara berkelanjutan.

Program ini selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak yang berhubungan dengan permasalahan tersebut. Sehingga dapat terealisasi secara optimal. Dan akhirnya pola hidup sehat yang ada dilingkungan pesantren dan masyarakat dapat berjalan secara maksimal.

Related Post